Meredup dan Kembali
Cipt. Wiji Pirmansah
Matahari mulai terkikis senyumnya
Tertinggal kenangan lama,
yang sulit tuk dilupa
Hehehe
Hal begitu sepele,
Namun entah mengapa,
luka lama yang tertutup oleh manis senyum ini,
Terbuka kembali
seakan-akan,
baru terjadi hingga rasa sakit ini terasa kembali.
Matahari mulai menghilang keberadaannya
Terganti bulan, yang indah menyapa
Dihiasi bintang berkelip
seakan merayu untuk kesana.
Hembusan angin malam
mulai merasuki rusuk tulangku
Terasaaaaaaaaaa dingin,
seperti pupusnya peluk sang kasih
Sekian lama dingin
hingga lupa rasa hangat sang mentari
Ingin kembali merasakan hangatnya mentari
Namun malam terlanjur datang,
Aku rindu hangat itu,
Hingga api unggun datang menari dihadapanku
Kembali menghangatkan rusuk tulangku
Rasa yang sekian lama hilang,
Akhirnya kembali.
Terimakasih api unggun
Kehadiranmu
merubah semua lesu senyumku
menjadi senyum yang tak kian memudar
0 Komentar